Rutinitas Kerja untuk Berkarya

desain cover tesis (5)

Rutinitas sebagai seorang dosen tidak pernah jauh dari kegiatan mengajar – menulis – meneliti. Ketiga hal tersebut termasuk sebagai salah satu aktivitas yang menguji produktivitas dalam berkarya. Belakangan ini, saya disibukkan dengan beberapa kegiatan yaitu:

  1. Menyelesaikan Tesis
  2. Menyelesaikan Konten Buku Ajar
  3. dan Menyelesaikan Penelitian & Pengabdian

Tiga hal tersebut yang saat ini menjadi fokus dan prioritas kesibukan saya di kampus selain mengajar. Saya berharap bulan ini atau paling tidak maksimal November, tiga poin tersebut segera tuntas. Tentunya, kesibukan tersebut membuat saya harus meluangkan lebih banyak waktu untuk ‘kontemplasi’ di perpustakaan untuk mendapatkan lebih banyak referensi dan membuat mood lebih baik karena suasana yang mendukung.

Penelitian dan Pengabdian yang sedang saya kerjakan berkaitan dengan Hubungan Tipe Kepribadian dan Tingkat Kreativitas Mahasiswa. Sedangkan, tesis dan buku ajar yang sedang saya susun berkaitan dengan pengembangan buku ajar mata kuliah perencanaan pembelajaran bagi mahasiswa PAUD. Pada tesis tersebut produk akhirnya adalah buku ajar. Buku ajar tersebut kemudian akan diterbitkan sebagai panduan kuliah mahasiswa.

Saat ini, buku tersebut masih dalam proses akhir yaitu editing untuk kemudian akan dicetak dan dijual secara umum. Nah, berbagai kesibukan yang saya lakukan tersebut banyak membuat saya belajar agar terus produktif dan berkarya memberikan manfaat bagi banyak orang.

Nantikan karya saya selanjutnya…

Iklan

PELATIHAN ORIGAMI DAN KIRIGAMI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGEMBANGAN SENI DAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK BAGI GURU-GURU TK SE-KOTA KEDIRI

 

Oleh: Usep K. ; Retno T.W. ; Wuri A. ; Ellyn S.D. FIP Universitas Negeri Malang.

ABSTRAK

Kata Kunci : Origami, Kirigami, Pengembangan Seni, Motorik Halus

Taman kanak-kanak sebagai lembaga PAUD Formal secara umum berfungsi untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki peserta didiknya,salah satu potensi yang perlu dikembangkan sejak dini adalah tentang wawasan dan rasa seni anak. Kesenian merupakan salah satu potensi dasar anak yang merupakan bagian dari kecerdasan jamak, sehingga mengembangkan potensi seni anak sama dengan mengembangkan kecerdasannya.Dari hasil wawancara singkat dengan guru-guru TK dan pengurus IGTKI Kota Kediri menunjukan bahwa guru-guru TK mengalami kesulitan dalam mengembangkan potensi seni anak termasuk mengembangkan motorik halus anak. Oleh karena itu pelatihan teknik origami dan kirigami ini diberikan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan potensi seni dan motorik halus anak. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah : (1) Ceramah dan Tanya jawab untuk menyampaikan materi pengembangan seni dan motorik halus anak usia dini; (2) Workshop yaitu untuk membahas tekhik origami dan kirigami dengan berbagai pengembangan produk benda yang akan dihasilkannya ; (3) Demonstrasi untuk memperagakan tahap-tahap teknik origami dan kirigami; (4) Pemberian tugas latihan baik secara individual maupun kelompok untuk membuat benda hias dan media pembelajaran dengan teknik origami dan kirigami;   (5) Simulasi untuk menguji cobakan pemanfaatan model-model enda hias dan media pembelajaran dalam pembelajaran yang sesungguhnya di TK (6) Diskusi untuk melakukan evaluasi dan mendapat balikan baik tentang proses maupun hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan hasil kegiatan dan pembahasan baik yang bersifat fisik maupun non fisik yang berupa adanya perubahan kondisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap yang tampak pada peserta pelatihan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah berjalan  dengan baik yang hasilnya sebagai berikut;. (a) Guru TK peserta pelatihan telah dapat menjelaskan konsep pengembangan seni dan motorik halus anak usia dini. (b) Guru TK peserta pelatihan telah terampil melakukan teknik origami (melipat kertas) untuk membuat hiasan membentuk pola tertentu (c) Guru TK peserta pelatihan telah melakukan teknik kirigami (menggunting kertas) untuk membuat hiasan berbentuk pola binatang , tanaman, manusia, dan bentuk geometris. (d)    Guru TK peserta pelatihan telah mampu membuat hiasan ruangan kelas dan media pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektifitas dan kwalitas pembelajaran di TK masing- masing.

Download artikel laporan diatas.

Resensi Buku: Pembelajaran Tematik

Pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran terpadu. Penerapan pembelajaran tematik adalah agar anak dapat memahami sesuatu secara utuh/holistik dalam konteks yang relevan. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya pemahaman yang parsial terhadap sesuatu dalam kehidupan ini, sehingga anak berfikir dari sudut pandangnya sendiri tanpa mempertimbangkan pertimbangan orang lain. Hal ini menjadikan anak memiliki tingkat egoisme yang tinggi.

Calon pendidik dan pendidik anak usia dini perlu memahami konsep dasar pembelajaran tematik agar nantinya bisa menerapkan dalam pembelajaran anak usia dini. Untuk mendukung hal tersebut, Wuri Astuti sebagai dosen PGPAUD, FIP Universitas Negeri Malang telah menyusun buku Pembelajaran Tematik. Buku setebal 126 halaman ini menyajikan konsep dasar dan petunjuk praktis dalam menyusun dan melaksanakan pembelajaran tematik pada lembaga pendidikan anak usia dini. Buku ini dikemas menjadi 3 bagian utama, yakni (1) Konsep dasar dan Model-model Pembelajaran Terpadu, (2) Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini dan (3) Implementasi Pembelajaran Tematik bagi Anak Usia Dini.

Pada bagian pertama, pembaca akan diajak untuk mengkaji konsep dasar pembelajaran terpadu dengan lingkup kajian meliputi pengertian, landasan, karakteristik dan prinsip-prinsip pembelajaran terpadu. Selain itu pada bagian ini juga dikaji juga tentang model-model pembelajaran terpadu. Ada 10 model yang disajikan yaitu model terpisah, terkait, tersarang, terurut, terbagi, terjaring, tertali, terpadu, tercelup dan jaringan.

Pada bagian kedua, pembaca diajak untuk mengkaji konsep dasar pendidikan anak usia dini. Pada bagian ini dikemas menjadi 2 kegiatan belajar, yang berfokus pada kajian tentang pendidikan anak usia dini (pengertian, karakteristik dan prinsip-prinsip pendidikan anak usia dini) dan pembelajaran anak usia dini dengan cakupan sebagai berikut. (1) Pembelajaran merupakan proses bermain. (2) Belajar Kecakapan/Keterampilan Hidup. (3) Belajar dari Benda Kongkrit. (4) Belajar Terpadu. (5) Pembelajaran Pakem. (6) Prinsip Pembelajaran Anak Usia Dini.

Pada bagian ketiga, penulis mengajak pembaca untuk mengkaji mengenai implementasi pembelajaran tematik bagi anak usia dini. Bagian ketiga ini juga dikemas menjadi 2 kegiatan belajar, yaitu hakikat pembelajaran tematik dan implementasi pembelajaran tematik. Kajian mengenai hakikat pembelajaran tematik meliputi pengertian, landasan, urgensi dan karakteristik pembelajaran tematik. Sementara kajian mengenai implementasi pembelajaran tematik meliputi implikasi, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, prosedur penilaian, contoh pengembangan dan contoh pembelajaran tematik di TK.

Buku yang diterbitkan oleh UM PRESS tahun 2015, diharapkan mampu memberikan petunjuk praktis bagi pendidik dan mahasiswa calon pendidik PAUD dalam mengembangkan pembelajaran tematik untuk anak usia dini. Bagi pembaca yang ingin mendapatkan buku ini, bisa menghubungi Enterpreneurship Zone PGPAUD, kampus PP 2 FIP UM. Be Smart with ECE.

*Resensi ini ditulis oleh Kepala Lab KSDP Universitas Negeri Malang

*Untuk pemesanan dan pembelian buku silahkan hubungi kontak yang tertera di menu kontak

THE TEACHER ABILITY IN IMPLEMENTING LEARNING BASED ON SAINTIFIC APPROACH IN KINDERGARTEN

(Article for Prosiding at Universitas Udayana Bali)

I Wayan Sutama, Wuri Astuti, Sandy Tegariani

Program Studi PG PAUD, FIP, Universitas Negeri Malang

 

The aims of this study is to describe the ability of teachers in planning and creating learning situations based on scientific approaches, and to identify various problems experienced by teachers. This research uses descriptive design with instrument of teacher ability assessment and questionnaire. The results showed that the ability of teachers in planning and creating learning situations based on a scientific approach pertained good, but not optimal. This is because there are still various problems experienced by teachers in implementing learning-based scientific approach, thus making the application of learning becomes less effective and optimal.

Topic: Early childhood education

PermaLink: http://gc-tale2017.undiksha.ac.id/kfz/pages/abstract.php?id=394

Pengembangan Payung Penelitian Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Malang

PENGEMBANGAN KECERDASAN VERBAL LINGUISTIK ANAK USIA DINI

Jurnal PAUD
Vol 1, No 1 (2013): Volume 1, Nomor 1, Juni 2013
Wuri Astuti ( Universitas Negeri Malang (UM))
Article Info ABSTRACT
Published date:
04 Sep 2013
Abstract: Verbal Linguistic Intelligence is one kinds of Intelligence from Multiple Intellegences possessed by each child. Intelligent childrens who are verbal linguistic be seen from the ability to speak, listen, read, and write are more superior than his age. Educators can develop verbal linguistic intelligence early childhood through various strategies and activities appropriate for early childhood.Abstrak: Kecerdasan Verbal Linguistik merupakan salah satu jenis kecerdasan dari Multiple Intellegences yang dimiliki oleh setiap anak. Anak-anak yang cerdas secara Verbal Linguistik akan terlihat dari kemampuan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis yang lebih unggul dibandingkan anak seusianya. Pendidik dapat mengembangkan kecerdasan Verbal Linguistik anak usia dini melalui berbagai strategi dan aktivitas yang sesuai untuk anak usia dini.
Copyrights © 2013